|
A. PANDANGAN UMUM
Kabupaten Simalungun secara geografis terletak diantara 3º 18' -
9º 36' LU dan 98º 32' - 99º 35' BT secara administrative
terdiri dari 21 Kecamatan dengan 234 Desa dan 14 Kelurahan. Luas wilayah
Kabupaten Simalungun adalah 4.386,60 Km² atau 438660 Ha, dengan jumlah
penduduk 855.591 jIwa.
B. SARANA DAN PRASARANA
Kabupaten Simalungun mempunyai sarana dan prasarana perhubungan darat,
kereta api, angkutan sungai dan danau disamping itu juga terdesia sarana
dan prasarana listrik, telekomunikasi dan air bersih.
C. IDENTIFIKASI BIDANG USAHA POTENSIAL
PRODUKSI PERTANIAN
Jagung
Areal produksi jagung terdapat pada setiap kecamatan di Simalungun. Luas
panen jagung pada tahun terakhir mencapai 62.351 Ha dengan produksi 22;'.806
ton/tahun.
Ubi Kayu
Komoditi ubi kayu adalah hasil tanaman komersias rakyat yang terluas kedua
setelah jagung yang diusahakan oleh banyak petani didaerah Simalungun.
Kubis
Kubis merupakan salah satu sayuran daun yang digemari banyak orang. Menurut
data Badan Pusat Statistik Sumatera Utara, Daerah Simalungun adalah penghasil
kubis terbesar nomor dua setelah Daerah Karo.
Kentang
Kentang termasuk tanaman intensif artinya membutuhkan modal/biaya per
satuan luas relatif tinggi. Areal produksi tanaman kentang hanya terdapat
di beberapa kecamatan yang terletak didataran tinggi yaitu Kecamatan Silima
Kuta, Purba, Dolok Silau, Raya, D. Pardamean dan G.S. Bolon.
Pisang
Areal produksi pisang terdapat di setiap kecamatan di Simalungun dengan
luas lahan tanaman pisang yang masih mempunyai potensi untuk dikembangkan.
Nenas
Kabupaten Simalungun pernah mengalaini jaya jayanya dalam berusaha nenas
sewaktu masih berdirinya pabrik nenas yaitu PCS atau Pineapple Cannel
Siantar. Sejak berhentinya pengolahan ini maka luas panen dan jumlah produksi
Nenas di Kabupaten Simalungun merosot tajam.
Jahe
Tanaman Jahe merupakan tanaman yang banyak digunakan sebagai rempah bahan
minuman/makanan dan obat-obatan. Tanaman Jahe ini terdiri dari bermacam
jenis.
Peternakan Ikan Mas
Ikan Mas telah dipelihara rakyat di Simalungun sejak lama, sebagai konsumsi
biasa dan konsumsi dalam adapt. Ikan ini dipelihara di seluruh kecamatan
dan luas total adalah 740,2 Ha dengan jumlah produksi 1.036,5 ton per
tahun. Nilai produksinya adalah Rp. 9,3 miliyar, ikan ini seluruhnya dijual
dalam pasar local.
Perkebunan Kelapa Sawit
Perkebunan Karet
Perkebunan Kopi
Tanaman kopi di Simalungun diusahakan di 18 kecamatan, sebagai sentra
produksi terdapat di kecamatan : Raya, Panel, Sidamanik, dan D. Pardamean,
menyusul kecamatan : Silima Kuta, Jorlang Hataran, Dolok Silau, Purba,
GS Bolon dan D. Panribuan, yang setiap kecamatan tersebut telah mengusahakan
tanaman kopi ratusan hektar. Delapan kecamatan lainnya mengusahakan tanaman
kopi masih dalam puluhan hektar.
Petenakan Ayam Buras
Ayam Buras dipelihara penduduk di setiap kecamatan menghasilkan telur
ayam buras. Sentra dari telur ayam buras ini terdapat di kecamatan Pematang
Bandar, Bandar dan Tanah Jawa.
Peternakan Babi
Ternak Babi hanya terdapat di 9 kecamatan di Kabupaten Simalungun pada
tahun 1997. Produksi atau daging babi paling banyak terdapat di kecamatan
Jorlang Hataran, menyusul Kecamatan Silima Kuta, Bandar dan GS Bolon.
D. BIDANG USAHA UNGGULAN LAYAK DIKEMBANGKAN
Hasil dari penelaahan potensi yang ada di Kabupaten Simalungun dengan
prioritas pembangunan daerah serta keterkaitan antara sektor pertanian
dengan sektor industri, menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi atau industri
yang termasuk layak untuk dikembangkan adalah
- Budidaya jagung
- Budidaya jahe
- Budidaya pisang barangan
- Budidaya nenas dan pabrik pengolahannya
- Industri pengolahan buah-buahan
Daerah Simalungun memiliki area lahan kering yang sangat potensial untuk
pengembangan berbagai jenis komoditi palawija. Salah satu yang memiliki
prospek adalah jagung. Hasil jagung masih sangat terbuka peluang pasarnya,
terutama karena terdapatnya pabrik pengolahan pakan ternak yang berbahan
baku jagung. Kebutuhan jahe masih sangat besar, baik dalam negeri maupun
untuk ekspor. Potensi daerah Simalungun dengan ketinggian tempat yang
relatif tinggi sangat sesuai untuk budidaya jahe. Nilai ekonomi jahe sampai
saat ini masih termasuk baik dan tidak harus memerlukan luasan lahan yang
luas seperti perkebunan.
Daerah Simalungun memiliki berbagai produk buah-buahan yang sangat potensial
untuk dijadikan bahan baku produk olahan. Salah satu jenis buah yang potensial
adalah nenas. Produksi nenas daerah ini sangat besar, tetapi perlu dilakukan
perbaikan sehingga memenuhi syarat untuk b
|