by
Medan, 17/2 - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Denmark menjajaki kerja sama berbagai bidang, mulai ekspor-impor, investasi, pariwisata dan antar pemerintah.
"Potensi Sumut untuk dijadikan tempat investasi masih cukup besar. Sumut memiliki banyak objek wisata yang bisa dikunjungi warga Denmark, jadi kerja sama Sumut-Denmark harus ditingkatkan," ujar Pelaksana tugas Gubernur Sumut H T Erry Nuradi di Medan, Rabu.
Dia mengatakan itu pada pertemuan dengan Duta Besar Denmark, Casper Clynge yang didampingi Konsul Kehormatan Denmark di Medan Chaidir Kesuma di Kantor Gubernur Sumut.
Plt Gubernur Sumut memberi contoh di Sumut sudah ada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei yang bisa dijadikan lokasi investasi pengusaha Denmark.
Dari KEK Sei Mangkei itu sendiri, ujar HT Erry, sudah menghasilkan lebih 150 produk turunan kelapa sawit dimana perusahaan grup besar yakni PT. Unilever telah berinvestasi di kawasan tersebut.
Selain Sei Mangkei, Sumut juga memiliki Kawasan Medan, Binjai, Deli Serdang dan Karo (Mebidangro) yang potensi bisnisnya bukan hanya di sektor transportasi tetapi juga pertanian dan sektor perekonomian lainnya.
Kemudian potensi komoditas hasil perkebunan mulai karet, kopi, kakao dan sawit hasil Sumut juga masih bisa dikembangkan menjadi berbagai produk jadi.
Sementara untuk objek wisata, ujar Erry, ada Danau Toba yang merupakan salah satu danau terbesar di Asia Tenggara.
Dewasa ini, pemerintah sedang mempersiapkan kawasan sekitar Danau Toba untuk dijadikan tujuan wisata bertaraf internasional seperti kawasan Nusa Dua di Bali.
Dia menjelaskan, ada sekitar 500 hektare di sekitar Danau Toba itu yang ditawarkan kepada investor untuk dikelola agar kawasan tersebut menjadi tujuan wisata bertaraf internasional.
Dubes Denmark, Casper Clynge, mengatakan, kunjungan ke Sumut memang dimaksudkan untuk menjajaki kerja sama, baik antara pemerintah dengan pemerintah, maupun antarpengusaha/bisnis.
Dia menyebutkan, ikatan Denmark dan Sumut sebenarnya sangat kuat, dimana menurut sejarah bahwa Pemerintah Denmark pada tahun 1928 sudah datang ke Medan.
Kala itu, katanya, Denmark datang dengan membawa kopi untuk diperkenalkan dan dipasarkan di Medan.
"Jadi sebenarnya, sudah sejak lama ada kerja sama dagang antara Denmark dan Pemprov Sumut," kata Clynge.
(Antara)-(DT)