Artikel

09DES2015

Pemprov Sumut Siapkan Sejumlah Langkah Peningkatan PAD

Medan, 8/12 - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyiapkan sejumlah langkah yang akan ditempuh untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dalam Perubahan APBD tahun 2015.

Dalam rapat paripurna DPRD Sumut dengan agenda nota jawaban atas pandangan fraksi terhadap nota keuangan PAPBD 2015 di Medan, Selasa, Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Hasban Ritonga mengatakan, langkah pertama yang akan ditempuh insentifikasi pemungutan pajak kendaraan bermotor (PKB).

Untuk merealisasikan upaya tersebut, pihaknya akan menyampaikan surat peringatan kepada seluruh pemilik kendaraan yang menjadi wajib pajak untuk membayar pajak kendaraannya.

Pemprov Sumut juga akan meningkatkan koordinasi dan kemitraan dengan dialer atau pengelola showroom kendaraan agar segera melakukan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB).

Dengan demikian, diharapkan akan ada penerimaan dari proses penyesuaian nama pada surat kendaraan dengan warga yang sedang menjadi pemilik kendaraan tersebut.

Demikian juga dengan koordinasi kepada Pertamina selaku produsen bahan bakar kendaraan bermotor untuk mendapatkan penerimaan dari penjualan kebutuhan transportasi tersebut.

Selain itu, Pemprov Sumut sedang mengintensifkan pemungutan pajak air permukaan dari PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) yang berlokasi di Kabupaten Batubara.

Untuk memberikan hasil yang maksimal dan menguntungkan bagi kedua pihak, penanganan pajak air permukaan itu difasilitasi Kejaksaan Agung selaku jaksa pengacara negara dan Ditjen Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri.

Diharapkan pada akhir tahun anggaran 2015, pajak air permukaan dari perusahaan peleburan aluminium tersebut telah dapat direalisasikan.

Sedangkan untuk di tingkat pusat, upaya optimalisasi PAD yang dilakukan Pemprov Sumut adalah dengan mengintensifkan koordinasi terhadap Kementerian Keuangan mengenai penyaluran pajak rokok.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemprov Sumut memperkirakan pencapaian target perolehan PAD hingga akhir Desember 2015 bisa mencapai 95 persen.

(Antara)-(DT)