by
Medan, 23/5 - Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara H Hasban Ritonga SH membuka secara resmi Konferensi Kerja PGRI Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015 masa bakti XX tahun 2009-2014 yang bertempat di Hotel Madani Medan, Sabtu (23/5).
Pada kesempatan itu pula turut dihadiri oleh Ketua PGRI Provinsi Sumut Dra Hj Yustini Amnah Lubis MHum dan PB PGRI Drs M Usman Tonda SH MH MPd, serta seluruh pengurus dan anggota PGRI Sumut.
Pada arahannya Sekda mengungkapkan selamat atas digelarnya konferensi kerja PGRI Sumut dan dirinya meminta forum ini seoptimal mungkin untuk memilih pengurus yang benar-benar memiliki kapabilitas untuk mengembangkan organisasi serta mampu memfasilitasi menyusun program kerja yang dapat menyelesaikan permasalahan guru dan memberikan kontribusi pengembangan pendidikan di Sumut.
"PGRI adalah organisasi yang berjuang memajukan pendidikan dan mewujudkan guru yang bermartabat. PGRI lahir pada 25 november 1945 atau usianya dengan kemerdekaan RI tentu usia yang panjang ini tentu saja menunjukkan pula kematangan PGRI dalam mengawal berjalannya roda pendidikan di Indonesia," ujarnya.
Selain itu, lanjut Sekdaprovsu, dengan adanya UU nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen serta peraturan pemerinta nomor 74 tahun 2008 tentang guru beserta perangkat peraturan perundangn lainnya telah memberikan landasan yuridis yang kuat terhadap pengakuan guru sebagai jabatan profesi. Maka hal ini sekaligus sebagai bukti komitmen bangsa Inbdonesia untuk membangun profesi guru sebagai profesi yang kuat, sehat dan bermartabat.
"Tantangan besar yang harus mempu dijawab dengan lahirnya ketentuan tersebut sebagai profesi yang kuat sehat dab bermartabat," katanya.
Upaya membangun SDM, kata Sekdaprovsu lagi, tidak lepas dari peran pembangunan sektor pendidikan dan peran guru pada khususnya. Untuk itu, upaya membangun kualitas tidak lepas dari peran pembangunan sektor pendidikan dan peran guru khususnya. Untuk itu upaya membangun kualitas guru merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya kita menbangun kualitas SDM.
Mengingat kompleksitas masalah dan tantangan yang kita hadapi khususnya di dunia pendidikan saat ini, kata Sekdaprovsu lagi, maka upaya membangun kulitas guru dituntut untuk dilakukan secara inheren yaitu melekat secara langsung dalam penyelenggaraan pembangunan, sedangkan sistem pendidikan itu sendiri bersifat adaptif terhadap perubahan dan harus melibatkan semua pemangku kepentingan yang terkait serta kontinyu yaitu berlangsung terus menerus tanpa mengenal batas waktu dan berlangsung sebagai siklus yang tidak pernah berhenti.
Karena itu, sekali lagi saya sampaikan terima kasih atas dilaksanakannya konfrensi ini disertai harapan kepada pembaharuan-pembaharuan untuk meningkatkan kinerja pengabdian keluarga besar guru di Sumut.
"Selain itu melalui kegiatan ini hendaknya dapat betul-betul menjadi wahana yang efektif bagi PGRI Sumut dalam mempertajam pencapaian visi dan misi organisasi melalui realisasi program programnya," katanya lagi.
Hal ini, lanjutnya, penting karena PGRI sebagai organisasi profesi keberadaannya dituntut untuk mampu memberikan nilai tambah dan manfaat yang sebesar-besarnya bagi seluruh organisasi.
"Ada tiga tugas utama yanah harus dilaksanakan oleh PGRI yaitu, ikut serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat untuk membangun profesi guru, kemudian mampu meningkatkan mutu pelayanan kepada seluruh anggota dan terakhir menjaga kode etik profesi guru," tutupnya.
PB PGRI, Drs M Usman Tonda SH MH MPd dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa PGRI wajib berbangga karena begitu besar dukungan Pemerintah Daerah yang diberikan kepada PGRI.
Untuk itu, PGRI wajib memberikan kinerja yang maksimal dengan bagaimana menciptakan pendidikan berkualitas.
"Pendidikan yang berkualitas itu lahir dari guru yang berkualitas, begitu juga mutu yang terbaik lahir dari pada guru bermutu," ujarnya.
(Humas Pemprovsu)-(Ernes)