by
Medan, 8/6 - Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Hj Nurhajizah Marpaung menyempatkan diri menerima undangan Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga menghadiri acara Dialog Pembangunan bersama ratusan warga setempat, Rabu (07/06) malam. Berbagai keluhan diterimanya langsung melalui acara tahunan di kota pantai barat Sumut itu.
Dalam kehadirannya di Gedung Nasional Kota Sibolga tersebut, Nuhajizah lebih banyak menerima masukan dan harapan masyarakat soal pembangunan. Ada beberapa hal penting yang menjadi catatan untuk dibawa ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) sebagai masukan. Di antaranya seperti kebutuhan beras miskin (raskin), bantuan kapal nelayan serta bantuan operasional petugas kelurahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Selain itu, Nurhajizah langsung merespon pertanyaan soal bantuan kapal bagi para nelayan di Kota Sibolga. Menanggapi hal itu, Wagubsu langsung menghubungi Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sumut. Berdasarkan informasi dari Kepala Dinas Perikanan Kelautan, ada tiga unit bantuan kapal bagi nelayan yanga akan diserahkan tahun ini di Sibolga.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub menyambut baik kegiatan tahunan yang digelar Pemko Sibolga sebagai bagian dari upaya melibatkan masyarakat dalam membangun wilayahnya. Apalagi sebagai kota di Pantai Barat Sumut, sebutan Negeri Berbilang Kaum untuk daerah ini merupakan pusat perdagangan sekaligus pintu masuk dari Samudera Hindia yang potensial. Selain itu juga, jalur perdagangan antara Pulau Sumatera dengan Kepulauan Nias, ada di sini.
Karenanya Wagub langsung merespon harapan masyarakat Sibolga diantaranya soal bantuan kapal nelayan yang melalui anggaran APBD, akan diberikan kepada daerah yang memiliki potensi kelautan yang cukup baik.
Sementara Wali Kota Sibolga Sayrfi Hutauruk mengaku kedatangan Wagub Sumut Hj Nurhajizah Marpaung ke kotanya, merupakan kesempatan yang harus dimanfaatkan. Sehingga permintaan dirinya agar dialog tersebut dihadiri orang nomor 2 di Sumut itu, menjadi satu poin penting agar harapan masyarakat bisa sampai ke pemerintah provinsi.
“Memang ibu Wagub kami ajak mengikuti dialog pembangunan. Sekali setahun Pemko Sibolga biasa mengundang para tokoh masyarakat,LSM, kelompok nelayan, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi pemuda untuk berdialog. Kita paparkan dalam satu tahun apa saja yang kita lakukan dan apa yang kurang,” sebut Syarfi.
Poin yang dibahas dalam dialog tersebut diantaranya yakni indeks pembangunan manusia, angka kemiskinan, tingkat pendidikan sampai bicara soal infrastruktur, ketersediaan air bersih dan lainnya. Sedangkan hal khusus dikatakannya adalah pengembangan pariwisata yang kini menjadi satu dari beberapa prioritas pembangunan di Sibolga.
“Prioritas kita adalah bagaimana ke depan, sumber daya manusia kita meningkat. Kemudain mereka yang harus bisa mengisi pembanguann ini. Sehingga pendekatan kecerdasan itu yang perlu dilakukan untuk kualitas pembangunan di Sibolga,” jelasnya.
Disampaikannya bahwa, kegiatan dialog tersebut adalah bagian dari upaya menjadikan perencanaan pembanguann di Sibolga merasal dari masyarakat atau bottom up. Meskipun dalam merencanakan program pemerintah, sudah ada jalur Musrenbang tingkat kelurahan hingga kecamatan.
“Rakyat boleh mengkritik memberikan saran, tidak setuju dengan sesuatu. Tetapi kita akan amgbil jalan dialog tentang pembangunan ini.,” katanya.
Dirinya juga berharap kepada Pemprov Sumut untuk memberikan perhatian terhadap pembangunan Kota Sibolga. Sebab dengan luas wilayah yang tergolong kecil serta APBD yang juga kecil, menurutnya tanpa ada uluran tangan dari provinsi, mereka tidak bisa terlalu banyak berbuat. “Kami berharap kepada Pemprov maupun DPRD Sumut, bisa memberikan perhatian kepada pantai barat Sumut di mana Teluk Tapian Nauli ada di Sibolga,” pungkasnya.
(Humas Provsu)-(Riva)