Artikel

22OKT2015

Korea Studi Kelayakan Bangun Proyek Sampah Jadi Energi di Deliserdang

Medan, 21/10 - Sebagai tindaklanjut dari Konferensi Global Green Hub Korea 2015, perusahaan Korea, Halla Energy & Environment dan SCT E&C mengunjungi Sumatera Utara untuk melakukan studi kelayakan pembangunan proyek sampah menjadi energi. Para investor asal Korea diterima oleh Sekda Provsu Hasban Ritonga, Rabu (21/10) di ruang kerja Kerja Kantor Gubsu.
 
Para investor yang datang adalah Executive Director, Halla Energy & Environment M.C Cha dan Managing Director SCT Thai E&C Simon Lee. Dalam kesempatan tersebut hadir Ketua bidang lingkungan hidup dan ekonomi DPD RI, Parlindungan Purba, ahli lingkungan hidup Prof Ilmi Abdullah, Kepala Badan Lingkungan Hidup Sumut Dr Hidayati, Kepala Badan Investasi dan Promosi Sumut Purnama Dewi, Kepala Biro Otda Jimmy Pasaribu, Staf Ahli Gubsu Bidang Hukum Ferlin Nainggolan, Staf Ahli Gubsu Bidang Pertanahan dan Aset Robertson, Sekretaris Kominfo Ayub dan Investor Lokal Rusli Tan.

Kunjungan para investor dalam rangka menandatangani kerjasama dengan Deliserdang untuk pembangunan Project Waste to Energy dengan melibatkan pemerintah daerah sekitarnya. Halla energi berminat membangun incenerator atau instalasi pembakar sampah berteknologi.

Mr Cha menjelaskan bahwa pihaknya sangat berminat untuk membuat proyek pembangunan pengolahan sampah menjadi energi listrik di Sumatera Utara. Dijelaskannya Halla Energy & Environment termasuk perusahaan terbaik di Korea yang telah menjangkau mendunia dengan bidang keahlian yaitu pengolahan sampah menjadi energi, sistem pengendalian pencemaran udara dan pengolahan air. "Saya berharap ada kesempatan bagi kami untuk berbagi pengalaman dengan Sumatera Utara," kata Cha.

Menurut pengamatan Cha, kondisi Sumut saat ini hampir serupa dengan Korea 10 tahun yang lalu dimana limbah atau sampah tidak berharga dan tidak dianggap sebagai sumberdaya. "Namun sekarang semua limbah sudah diolah menjadi energi, bahkan kami sudah kekurangan sampah dan harus membeli sampah," katanya.

Sementara Simon Lee memaparkan SCT merupakan perusahan di bidang energi dimana sudah berhasil membangun proyek pengolahan sampah menjadi energi di Thailand. Pihaknya tertarik berinvestasi di Sumut mengingat kebutuhan energi di Sumut masih sangat besar. "Kami sudah mulai olah sampah menjadi energy di Thailand, saya yakin Sumut memiliki potensi untuk dibangun proyek serupa," katanya.

Menanggapi kedatangan para investor, atas nama Pemprovsu, Sekda Provsu Hasban Ritonga menyambut baik rencana kunjungan untuk melakukan feasibility Studi di Sumatera Utara, khususnya Deli Serdang. Sekda sangat mengharapkan kunjungan para investor berlanjut dengan keputusan menanamkan modal di Sumut. Terlebih lagi, Sumut memiliki rencana untuk mengembangkan industri yang ramah lingkungan dengan target zero waste. "Ini merupakan peluang bagi kami untuk bekerjasama dengan Korea yang memiliki keahlian dan pengalaman dalam membuat proyek waste to energy," kata Hasban. Hasban mengatakan Pemprovsu akan mendukung para investor Korea apa bila berminat menanamkan modal di Sumut dengan memberikan berbagai kemudahan.

Hal yang sama diungkapkan Parlindungan Purba yang membidangi. Dia juga meyakinkan apabila proyek berhasil dilaksanakan di Deli Serdang, Parlindungan akan mengajak para investor untuk berinvestasi di Provinsi lain.

Kepala BLH Sumut, Hidayati menjelaskan usai bertemu dengan Sekda, pihaknya bersama investor akan mengunjungi Kabupaten Deli Serdang dan menggelar rapat mengenai incenerator project. Dalam pertemuan itu sekaligus akan dilakukan penandatanganan MoU kerjasama Deli Serdang dengan Halla Enviromental & Energy. Rapat itu juga melibatkan Pemkab Langkat, Karo, Sergai, Tebing Tinggi, Kota Binjai dan Pematang Siantar.

Sementara itu, Purnama Dewi mengajak para investor Korea untuk melirik pengolahan bio massa yaitu limbah kelapa sawit menjadi energi yang menurutnya peluangnya cukup besar di Sumut. Sebagai salah satu daerah penghasil Kelapa sawit terbesar, limbah sawit masih belum dimanfaatkan secara luas untuk energi padahal peluangnya besar. Untuk itu, Purnama Dewi mengajak investor mengunjungi Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei untuk melihat langsung proses pengolahan biomassa yang sudah berdiri dan beroperasi.

(Humas Pemprovsu)-(Ernes)